| POTRET: Desa Mandiri Pemasok Energi |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Wednesday, 20 December 2006 11:45 |
|
![]() Morbach, sebuah desa kecil yang terletak di negara bagian Rheinland-Pfalz, Jerman ini hanya dihuni oleh sekitar 5600 keluarga. Tempatnya yang cukup terpencil, tidak begitu menarik bagi pendatang untuk menetap disana. Namun kota ini memiliki sejarah yang unik dan hari ini mampu membuat karya yang cukup inovatif dan patut untuk ditiru oleh daerah lain.
Karena merupakan daerah yang “strategis”, pada tahun 1955 Angkatan Udara USA menjadikan Morbach sebagai salah satu tempat penyimpanan amunisi senjata terbesar di Eropa. Menurut pernyataan US-Airforce, sebanyak 35.000 ton peluru ditimbun di Morbach untuk memasok kebutuhan mereka di seluruh Eropa. 1 September 1995 Amerika mengambil keputusan untuk mulai menarik angkatan bersenjatanya dari Eropa. Termasuk meninggalkan gudang senjata mereka di Morbach. Sejak itu daerah seluas 145 ha tersebut menjadi dataran tak bertuan, hanya tersisa jalan aspal sepanjang 19 km, 12 bunker tempat persembunyian bawah tanah dan tembok-tembok pertahanan. Pada tahun 1996 pemerintah negara bagian Rheinland-Pfalz yang berpusat di kota Mainz mengambil kebijakan untuk menjadikan Morbach sebagai daerah yang mampu menghasilkan pendapatan daerah. Melalui beberapa studi muncul beberapa alternatif, di antaranya sebagai Tempat Wisata, Tempat Petualang Alam, Pusat Olah Raga beserta Hotel, Ressort untuk Golf dan sekaligus daerah hunian. Namun semua itu kandas di jalan, karena tak ada satupun investor yang berminat menanam modalnya di sana. Ketidakjelasan tersebut berlangsung hingga tahun 2001, ketika kelompok swadaya masyarakat Morbach bersama kepala daerahnya memiliki gagasan untuk merubah bekas gudang senjata tersebut menjadi “Taman Energi Alternatif”.
Taman Energi Alternatif ini merupakan konsep inovatif dalam rangka pemanfaatan sumber daya daerah yang sinergis dan hemat. Atas kerja sama yang baik antara dunia akademik/peneliti dan industri, pemerintah daerah Morbach mampu mengembangkan system pembangkit energi alternatif. Pada tahun 2002 berhasil dipasang 14 Pembangkit Listrik Tenaga Angin yang berkekuatan masing-masing 2 Megawatt dan Photovoltaik seluas 5000 m² serta Pusat Pengolahan Biogas, yang akan memasok kebutuhan listrik dan gas penduduk setempat dan daerah di sekitarnya. Disamping itu daerah tersebut juga akan dilengkapi dengan pusat training dan penelitian energi alternatif, area industri dan tempat wisata teknologi untuk kalangan perguruan tinggi maupun anak SD dan taman kanak-kanak. Sebuah contoh yang menarik untuk mensinergikan potensi daerah, sehingga mampu mendatangkan manfaat untuk dunia Akademik, Industri dan Masyarakat. Bangsa Indonesia memiliki begitu banyak daerah yang kaya Sumber Daya Alam dan SDM handal, kenapa tidak segera bersinergi? Bangkitlah Indonesiaku! Sumber: www.energielandschaft.de |
Die Krise ist ein weiteres Argument für den deutschen Mittelstand neue, strategische Absatzmärkte zu finden. Unternehmen müssen sich heute mehr den je für die Zukunft absichern und ihr Engagement in "fremden Märkten" verstärken und zielgerichteter gestalten. Dabei fällt der Blick jener, die die Zeichen der Zeit erkannt haben, maßgeblich auf die beiden asiatischen Riesen, China und Indien. Indonesien aber bietet gerade mittelständischen Unternehmen heute teils Rahmenbedingungen als Indien und China dies tun. Die Stärken Indonesiens und die hohen und nachhaltigen Potentiale für deutsche Unternehmen möchten wir gern aufzeigen und die Vorbehalte sachlich abbauen. Indonesien ist Zukunft.




Gudang Senjata dengan kapasitas 35.000 Ton
Sumber Energi Alternatif
Pengolah Air Minum Tenaga Surya
Anak-anak TK sedang mengukur panjang baling-baling Kincir Angin