Jakarta, Tempat Berkarir Paling Beresiko Kedua di Dunia

Indonesia, negeri yang termasuk negara yang paling terpengaruhi oleh korupsi di dunia menurut Transparency International dalam laporannya “Global Corruption Barometer 2009”, ternyata juga termasuk salah satu negara berkembang yang dapat bertahan dengan baik di masa resesi global ini, menurut majalah bisnis Business Week. Bahkan Ha-Joon Chang, seorang Profesor ekonomi di Universitas Cambridge yang juga konsultan […]

Read more
Pertanian Organik dalam Perdagangan Berkeadilan

Kebutuhan akan produk pangan organik meningkat pesat untuk kawasan Uni-Eropa, Amerika dan Amerika Latin. Dalam satu dekade ini peningkatan itu sekitar 20-25 % untuk kawasan Uni-Eropa (1). Peningkatan kebutuhan ini tentunya diiringi dengan peningkatan lahan pertanian organik baru. Sejalan dengan itu di Eropa, lahan sangatlah terbatas, sehingga kini memerlukan perluasan lahan ke negara-negara yang memiliki […]

Read more
Transportasi Umum Idaman

Sesak, panas, macet, sering telat, semrawut, ngebut dan tidak aman itulah kesan yang terlintas dalam benak kita saat mendengar kata transportasi atau angkutan umum. Berbagai pihak dan lembaga terkait menyampaikan berbagai keluh kesah tentang keadaan yang memprihatinkan tersebut. Pihak penyedia transportasi mengaku tidak mampu memberikan mutu layanan lebih baik karena alasan biaya operasional yang tinggi […]

Read more
Globalisasi Perdagangan China-ASEAN: Peluang atau Mimpi Buruk?

Melihat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan negara China, banyak pakar mengatakan sebagai hal yang fenomenal. Angka pertumbuhan China memang lebih cepat daripada yang diperkirakan oleh banyak kalangan. Menurut Majalah FOCUS, pada bulan Desember 2005 pemerintah China mampu mengangkat lagi GIP nya sebesar 285 Milyar Dollar, sehingga ekomoni China menempati peringkat ke 6 sedunia. Bila digabung dengan […]

Read more
Kebangkitan Negeri Panser

Awal tahun 2000-an adalah masa-masa sulit bagi negara Jerman. Nilai ekspor menurun drastis, angka pengangguran meningkat tajam serta berbagai tunjangan sosial dipangkas. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah waktu itu semakin berkurang. Gerhard Schröder yang kala itu menjabat sebagai kanselir menjanjikan akan menekan angka pengangguran sampai 3,5 juta. Namun, sampai akhir masa jabatannya target tersebut gagal diwujudkan. […]

Read more