AIPSE Association of Indonesian Professional small medium Sized Enterprises

Board's Corner

Adam Die Krise ist ein weiteres Argument für den deutschen Mittelstand neue, strategische Absatzmärkte zu finden. Unternehmen müssen sich heute mehr den je für die Zukunft absichern und  ihr Engagement in "fremden Märkten" verstärken und zielgerichteter gestalten. Dabei fällt der Blick jener, die die Zeichen der Zeit erkannt haben, maßgeblich auf die beiden asiatischen Riesen, China und Indien. Indonesien aber bietet gerade mittelständischen Unternehmen heute teils Rahmenbedingungen als Indien und China dies tun. Die Stärken Indonesiens und die hohen und nachhaltigen Potentiale für deutsche Unternehmen möchten wir gern aufzeigen und die Vorbehalte sachlich abbauen. Indonesien ist Zukunft.

Adam Pamma, PR Manager AIPSE & Director of YNM Foundation
Mutiara dari Sleman PDF Drucken E-Mail
Geschrieben von: Administrator   
Sonntag, den 16. Juli 2006 um 11:43 Uhr
Di industri peralatan kesehatan dan rumah sakit, nama MAK jelas tak asing. Pasalnya, sejak berdiri tahun 1988, PT Mega Andalan Kalasan (MAK) sudah biasa mengunjungi konsumen dengan berbagai produk peralatan medis bermerek MAK.

Gayanya menggarap pasar cukup elegan dan modern. Perusahaan yang masuk jajaran Enterprise 50 2003 ini tak langsung menjajakan produknya ke rumah sakit dan dokter praktik. MAK lebih suka memperkenalkan sebelumnya perusahaan dan produknya lewat brosur dan kalender. 'Target kami, mereka bisa mengenal nama MAK terlebih dahulu, bukan membeli. Paling tidak, suatu saat jika butuh alat kesehatan, mereka akan teringat MAK,' tutur Boentoro, CEO dan pemilik 75% saham MAK.


Cara itu rupanya membuahkan hasil. Buktinya, sambutan pasar terhadap produk MAK sangat bagus. Tak heran, produksinya terus meningkat. Produk standar bed (tempat tidur) misalnya, pada 2001 hanya diproduksi sebanyak 10 ribu unit, tapi tahun 2002 meningkat menjadi 14 ribu unit, dan pada 2003 menanjak lagi menjadi 20 ribu unit. Kini, MAK boleh berbangga, karena di usianya yang baru 15 tahun, telah menjelma menjadi salah satu penguasa pasar produk peralatan kesehatan dan rumah sakit di Indonesia.

Jenis produknya pun terus berkembang dari perlengkapan rumah sakit, castor wheel, weighing scale, plastic ware, sampai machinery dan heavy equipment. Meski berlokasi di desa kecil -- tepatnya di Kelurahan Tirtomartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta -- produk MAK telah digunakan di lebih dari 500 rumah sakit di seluruh Tanah Air. Tenaga kerja yang diserap juga terus meningkat, dari 30 orang pada tahun pertama beroperasi kini menjadi sekitar 200 orang. Setidaknya, terdapat 88 jenis perlengkapan rumah sakit dan kesehatan yang diproduksi MAK, mulai dari tempat tidur pasien, kursi roda, lemari, sampai rak pakaian, dan tempat tidur/boks anak-anak.

Semuanya terbuat dari stainless steel/aluminium, tersedia dalam berbagai model dan ukuran. MAK mematok harga produknya dalam US$, satu hal yang kemudian menjadi kunci keberhasilannya mengatasi krisis. Satu unit standar bed MAK misalnya, dijual seharga US$ 250. Sukses menguasai pasar peralatan rumah sakit dalam negeri, MAK kini berupaya melebarkan sayapnya ke mancanegara. Sasaran pertama yang digarap adalah pasar negara-negara ASEAN. 'Kami kini sibuk melakukan road show ke negara-negara ASEAN untuk mendukung pemasaran,' kata Boentoro.

Menurutnya, itu bukan langkah nekat, tapi memang sudah waktunya. Soalnya, secara kualitas dan harga produk MAK tak kalah dibanding produk sejenis dari Taiwan dan Cina. Juga, guna memperkenalkan produknya di Eropa, MAK tak segan mengikuti pameran produk peralatan rumah sakit dan kesehatan di Jerman. Kendati demikian, Boentoro tak mau meninggalkan pasarnya sendiri di dalam negeri. Malah, sekarang MAK semakin sering mengikuti pameran produk peralatan rumah sakit dan kesehatan di kota-kota besar di Tanah Air. Selain itu, di bawah komando Boentoro, MAK membidani kelahiran Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia.

Organisasi ini setiap tahun dengan sponsor MAK mengadakan musyawarah kerja nasional. Upaya ini, disebutkan Boentoro, berhasil meningkatkan citra produk MAK di kalangan mereka yang membidangi kesehatan dan rumah sakit. Tak berhenti sampai di situ.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM kesehatan di Indonesia, setiap tahun MAK mengirim dokter ke luar negeri untuk menambah wawasan dan ilmu. Tahun ini, 11 dokter yang dikirim MAK ke luar negeri. Seiring perkembangan perusahaan, MAK akhirnya merasa tempatnya yang lama terlalu sempit. Itulah sebabnya, perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 9002 ini tengah sibuk mengembangkan Kawasan Industri Prambanan Techno Park -- dibangun di atas lahan seluas 80 ha, nantinya digunakan sebagai basis produksi. Kawasan ini juga dirancang sebagai tempat pengenalan teknologi bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin berbisnis dengan basis teknologi.


URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=153

 
  • Deutsch (DE-CH-AT)
  • English (United Kingdom)

Erfahren Sie über AIPSE. Flyer hier herunterladen.

Wir haben 3 Gäste online