| Dari Seorang Programer Menjadi Milyuner |
|
|
|
| Geschrieben von: Administrator |
| Sonntag, den 03. Dezember 2006 um 13:46 Uhr |
|
Bagi kalangan “Masyarakat Internet” nama EBAY sudah tidak asing lagi. Sebuah website yang menjadi tempat untuk melakukan transaksi jual-beli secara online. Anggota yang terdaftar saat ini mencapai 100 juta orang yang tersebar di 25 negara. Dalam jangka waktu 4 bulan jumlah barang yang diperjualbelikan mencapai 200 Juta barang. Namun tidak semua mengetahui siapa perintis perusahaan EBAY ini. Pierre Omidyar dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1967 dan berdarah campuran perancis-iran. Setelah menyelesaikan SMA dia melakukan segala jenis pekerjaan yang berhasil dia dapatkan dan mengikuti pendidikan sebagai programer. Idee bisnis Pierre bisa dibilang sangat sederhana. Saat itu isterinya memiliki hobby mengumpulkan tempat permen PEZ. Isterinya ingin, agar dia bisa saling tukar tempat permen dengan kolektor lain melalui internet. Setelah Pierre berhasil membuat website pertamanya dan menjual beberapa barang rumah tangganya, muncul berbagai peluang yang selama ini tidak mereka pikirkan sebelumnya. Hobby sederhana tersebutlah kemudian menjadi konsep bisnisnya dikemudian hari.
Selanjutnya Pierre mendirikan website „eShop.com untuk memperlebar aktifitasnya. Setelah berhasil mendapat keuntungan pertamanya, kemudian Microsoft Inc. membeli websitenya tersebut. Dengan keuntungan dari penjualan tersebut, Pierre memiliki dana untuk mewujudkan konsep bisnisnya yang sebenarnya, yaitu mendirikan semacam ‚rumah pelelangan’ dimana Penjual dan Pembeli bisa bertemu dan melakukan proses jual beli barang. Bulan September 1995 berdirilah „ebay.com“ di Amerika, atas dasar kepercayaan dan kejujuran para anggotanya. Hingga tahun 1997 EBAY mengalami pertumbuhan sebesar 40% per bulan. Dalam jangka waktu 3 tahun sebanyak 300.000 orang terdaftar sebagai anggota. Di tahun yang sama EBAY berhasil masuk ke NASDAQ. Selanjutnya mampu melakukan ekspansi ke berbagai negara, termasuk Jerman dengan membeli arlando.de dan mobile.de. Sejak saat itu Pierre berhasil merubah nasibnya dari seorang programer menjadi seorang milyuner. |
Die Krise ist ein weiteres Argument für den deutschen Mittelstand neue, strategische Absatzmärkte zu finden. Unternehmen müssen sich heute mehr den je für die Zukunft absichern und ihr Engagement in "fremden Märkten" verstärken und zielgerichteter gestalten. Dabei fällt der Blick jener, die die Zeichen der Zeit erkannt haben, maßgeblich auf die beiden asiatischen Riesen, China und Indien. Indonesien aber bietet gerade mittelständischen Unternehmen heute teils Rahmenbedingungen als Indien und China dies tun. Die Stärken Indonesiens und die hohen und nachhaltigen Potentiale für deutsche Unternehmen möchten wir gern aufzeigen und die Vorbehalte sachlich abbauen. Indonesien ist Zukunft.





